Sabtu, 10 Oktober 2009

Sistema Urinaria














Sistema Urinari terdiri atas :
Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine
Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kencing
Kandung kencing, yang bekerja sebagai penampung, dan
Uretra, yang mengeluarkan urine dari kandung kencing.

Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen, terutama di daerah lumbal, di sebelah kanan dan kiri tulang belakang,
dibungkus lapisan lemak yang tebal, di belakang peritonium, dan karena itu di luar rongga peritonium
Kedudukan ginjal dapat diperkirakan dari belakang, mulai dari ketinggian vertebra torakalis terakhir sampai vertebra lumbalis ketiga.
Setiap ginjal panjangnya 6 sampai 7,5 cm, dan tebal 1,5 sampai 2,5 cm. Pada orang dewasa beratnya kira-kira 140 gram.
Bentuk Ginjal seperti biji kacang dan sisi dalamnya atau hilum menghadap ke tulang punggung. Sisi luarnya cembung. Pembuluh-pembuluh ginjal semuanya masuk dan keluar pada hilum. Di atas setiap ginjal menjulang sebuah kelenjar suprarenal. Ginjal kanan lebih pendek dan lebih tebal dari yang kiri.
Struktur Ginjal, Setiap ginjal dilingkupi kapsul tipis dari jaringan fibrusyan rapat membungkusnya, dan membentuk pembungkus yang halus. Di dalamnya terdapat struktur-struktur ginjal. Warnanya ungu tua dan terdiri atas bagian kortex di sebelah luar, dan bagian medula di sebelah dalam. Bagian medula ini tersusun atas lima belas sampai enam belas massa berbentuk piramid, yang di sebut piramid ginjal. Puncak-puncaknya langsung mengarah ke hilum dan berakhir di kalises. Kalises ini menghubungkannya dengan pervis ginjal.
Nefron, Struktur halus ginjal terdiri atas banyak nefron yang merupakan satuan-satuan fungsionil ginjal : diperkirakan ada 1.000.000 nefron dalam setiap ginjal.Setiap nefron mulai sebagai berkas kapiler (badan malpighi atau glomerulus) yang erat tertanam dalam ujung atas yang lebar pada urineferus atau nefron.Dari sini tubulus berjalan sebagian berkelok-kelok dan dikenal sebagai kelokan pertama atau tubula proximal dan sesudah itu terdapat sebuah simpai, simpai henle. Kemudian tubula itu berkelok-kelok lagi, di sebut kelokan kedua atau tubula distal, yang bersambung dengan tubula penampung yang berjalan melintasi kortex dan medula, untuk berakhir di puncak salah satu piramidis.Pembuluh darah. Selain tubulus urineferus, struktur ginjal juga berisi pembuluh darah. Arteri renalis membawa darah murni dari aorta abdominalis ke ginjal. Cabang-cabangnya beranting banyak di dalam ginjal dan menjadi arteriola aferen (arteriolae afferentes), dan masing-masing membentuk simpul dari kapiler-kapiler di dalam salah satu badan Malpighi inilah glomerulus. Pembuluh eferen kemudian tampil sebagai arteiola eferen (arteriolae afferentes) yang bercabang-cabang membentuk jaringan kapiler sekeliling tubulus uriniferus. Kapiler-kapiler ini kemudian bergabung lagi untuk membentuk vena renalis, yang membawa darah dari ginjal ke vena kava inferior. Maka darah yang beredar dalam ginjal mempunyai dua kelompok kapiler, yang bertujuan agar darah lebih lama berada di sekitar tubulus uriniferus, karena fungsi ginjal tergantung dari hal itu.
FUNGSI GINJAL
Fungsi Ginjal ialah pengaturan keseimbangan air, pengaturan konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam-basa darah, ekskresi bahan buangan dan kelebihan garam. Sekresi Urine dan Mekanisme Fungsi Ginjal. Glomerulus adalah saringan. Setiap menit kira-kira 1 liter darah yang mengandung 500 ccm plasma, mengalir melalui glomeruli dan sekitar 100 ccm dari itu disaring keluar. Plasma yang berisi semua garam, glukosa dan benda halus lainnya disaring. Sel dan protein plasma terlalu besar untuk dapat menembusi pori saringan dan akan tetap tinggal dalam aliran darah. Cairan yang disaring, yaitu filtrat glomerulus, kemudian mengalir melalui tubula renalis dan sel-selnya menyerap semua bahan yang diperlukan tubuh dan ditinggalkan yang tidak diperlukan. Dengan mengubah-ubah jumlah yang diserap atau ditinggalkan dalam tubula, maka sel dapat mengatur susunan urine di satu sisi dan susunan darah disisi sebaliknya. Dalam keadaan normal semua glukosa diabsorbsi kembali, air sebagian diabsorbsi kembali, kebanyakan produk buangan dikeluarkan. Dalam keadaan tertentu tubula menambah bahan pada urine. Demikian maka sekresi terdiri atas tiga faktor : Filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubula, sekresi tubula. Kalau kita bandingkan jumlah yang disaring oleh glomerulus setiap hari dengan jumlah yang biasanya dikeluarkan ke dalam urine maka kita dapat melihat besar daya selektif sel tubula :
Komponen Disaring Dikeluarkan
Air 150 liter 1,5 liter
Garam 700 gram 15 gram
Glukosa 170 gram 0 gram
urea 50 gram 30 gram

Berat jenis urine, tergantung dari jumlah air yang larut di dalam urin atau terbawa di dalam urin. Berat jenis plasma (tanpa protein) adalah 1010. Bila ginjal mengencerkan urine (misalnya sesudah minum air) maka berat jenisnya kurang dari 1010. bila ginjal memekatkan urine (sebagaimana fungsinya) maka berat jenis urine naik diatas 1010. Daya pemekatan ginjal diukur menurut berat jenis tertinggi yang dapat dihasilkan, yang seharusnya dapat lebih dari 1025.
Tes Fungsi Ginjal. Terdapat banyak macam tes, tetapi beberapa yang sederhana ialah :1. Tes untuk protein (albumin), bila ada kerusakan pada glomeruli atau tubul
a, maka protein dapat membocor masuk urine. 2. Mengukur Konsentrasi urea darah. Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan ureum maka ureum darah naik di atas kadar normal (20 – 40 miligram per 100 ccm darah). Karena filtrasi glomerulus harus menurun sampai sebanyak 50 persen sebelum kenaikan kadar urea darah terjadi, maka tes ini bukan tes yang sangat peka. 3. Tes konsentrasi. Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai berapa tinggi berat jenis naik.
Ureter. Terdapat dua ureter berupa dua pipa saluran, yang masing-masing bersambung dengan ginjal dan dari ginjal berjalan ke kandung kencing. Tebal setiap ureter kira-kira setebal tangkai bulu angsa dan panjangnya 35 sampai 40 sentimeter. Terdiri atas dinding luar yang fibrus, lapisan tengah yang berotot dan lapisan mukosa sebelah dalam. Ureter mulai sebagai pelebaran hilum ginjal dan berjalan ke bawah melalui rongga abdomen masuk ke dalam pelvis dan dengan arah oblik bermuara ke dalam sebelah posterior kandung kencing.
KANDUNG KENCING
Kandung kencing bekerja sebagai penampung urin, organ ini berbentuk buah pir (kendi). Letaknya di dalam panggul besar, di depan isi lainnya dan dibelakang simfisis pubis. Pada bayi letaknya lebih tinggi. Bagian terbawah terpancang erat dan disebut basis, bagian atas atau fundus kalau kandung memekar karena urin. Puncaknya (apex) mengarah ke depan bawah dan ada di belakang simfisis pubis. Dua ureter bermuara secara oblik di sebelah basis, letak oblik ini menghindari urin mengalir kembali ke dalam ureter. Uretra keluar dari kandung di sebelah depan. daerah segitiga antara dua lobang ureter dan uretra di sebut segitiga kandung kencing (trigonum vesica urinarius) ialah sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kencing ke lubang luar, dilapisis membran mukosa yang bersambung dengan membran yang melapisi kandung kencing. Meatus urinarius terdiri atas serabut otot lingkar, yang membentuk sfinkter uretra. Pada wanita panjang uretranya 2,5 sampai 3,5 cm, pada pria 17 sampai 22,5 cm. ialah peristiwa pembuangan urin. Karena urine dibuat di dalam maka ia mengalir melalui ureter ke dalam kandung kencing. Keinginan untuk membuang air kecil disebabkan oleh penambahan tekanan di dalam kandung kencing, dan tekanan ini disebabkan oleh penambahan tekanan di dalam kandung kencing, dan tekanan ini disebabkan oleh isi urine di dalamnya. Mikturisi ialah gerak reflek yang yang dapat dikendalikan dan di tahan oleh pusat-pusat persarafan yang lebih tinggi pada manusia. Gerakannya ditimbulkan oleh kontraksi otot abdominal yang menambah tekanan di dalam rongga abdomen, dan berbagai organ yang menekan kandung kencing membantu mengosongkannya. Kandung kencing dikendalikan oleh saraf pelvis, dan serabut saraf simpatis dan plexus hipogastrik.
Ciri-ciri urin yang normal. Jumlahnya rata-rata 1-2 liter sehari, tetapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang dimasukkan. Banyaknya bertambah pula bila terlampau banyak protein di makan, sehingga tersedia cukup cairan yang diperlukan untuk melarutkan ureanya. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan, tetapi ada kalanya jonjot lendir tipis nampak terapung di dalamnya. Baunya tajam. Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6. Berat jenis berkisar dari 1010 sampai 1025.
Komposisi urine normal. Urine terutama terdiri atas air, urea dan natrium khlorida. Pada seseorang yang menggunakan diit yang rata-rata berisi 80 sampai 100 gram protein dalam 24 jam, jumlah persen air dan benda padat dalam urine adalah sebagai berikut : air 96%, benda padat 4% (terdiri atas urea 2% dan produk metabolik lain 2%).
Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan rata-rata 30 gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 20 mg – 40 mg setiap 100 ccm darah, tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang di makan dan fungsi hati dalam pembentukan ureum.
Asam urat. Kadar normal asam urat dalam darah adalah 2 sampai 7 mg setiap 100 ccm, sedangkan 1,5 sampai 2 mg setiap hari diekskresikan kedalam urine. Kreatinin adalah hasil buangan kreatin dalam otot. Produk metabolisme lain mencakup benda-benda purine, oxalat, fosfat, sulfat dan urat.
Elektrolit atau garam seperti natrium dan kalium khlorida diekskresikan untuk mengimbangi jumlah yang masuk melalui mulut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar